Tepung Mocaf & Kacang Umpet

Sub judul    : Olahan Pangan Nan Menguntungkan


Hai pemirsa ketemu lagi nih di Kiat Mandiri, kalo biasanya kita membahas mengenai hasil kerajinan tangan, Kiat Mandiri episode kali ini kita akan mengulas cerita tentang hasil olahan pangan yang dibuat oleh ibu-ibu kelompok tani (KWT) Pamekar Sari Tunjung Teja.

Nah pemirsa anda pasti tahu dengan singkong bukan?? Ya hasil pangan yang terkenal di Indonesia ini memang termasuk kedalam golongan umbi-umbian.singkong memang makanan khas asli Indonesia loh, dan di beberapa daerah di Indonesia singkong juga digunakan sebagai makanan makanan pokok sehari-harinya.

Selain singkong bisa dimakan langsung dengan cara direbus atau digoreng, singkong juga bisa diolah menjadi berbagai makanan dengan citarasa yang enak, namun bagaimana jika singkong diolah menjadi tepung ya?? Apa anda pernah mendengarnya??

Ya di Kampung Nagrek Desa Panunggulan Kecamatan Tunjung Teja Kabupaten Serang terdapat kelompok wanita tani Pamekar Sari yang sehari-harinya memanfaatkan singkong sebagai salah satu usaha mereka.

Dijelaskan Fitri sebagai penyuluh pertanian Kecamatan Tunjung Teja, ibu-ibu yang beranggotakan 20 orang ini memang sengaja diberdayakan untuk dapat mandiri dengan memanfaatkan hasil alamnya berupa singkong untuk diolah menjadi sesuatu yang bermanfaat. Akhirnya tepat ditahun 2010 KWT Pamekar Sari pun terbentuk dan berjalan hingga saat ini.


Awalnya KWT Pamekar Sari yang sebelumnya telah mendapatkan pelatihan terlebih dahulu ini menyulap beberapa hasil pangan seperti pisang, ubi, dan terakhir singkong di menjadi tepung mocaf. Hasil pangan seperti singkong didapatkan dengan cara membelinya dari petani sekitar ataupun dari Pandeglang, nantinya singkong-singkong tersebut diolah menjadi tepung mocaf yang nantinya tepung mocaf tersebut bisa dijadikan sebagai bahan dasar olahan pembuatan aneka jenis makanan nan lezat.

Wah saya jadi gak sabaran nih pemirsa pingin tau seperti apa ya cara membuat tepung mocaf sekaligus hasil olahan dari tepung tersebut, naah begini caranya…


Awalnya singkong dikupas terlebih dahulu sebelum dicuci bersih, setelah dikupas dan dicuci bersih,singkong diiris tipis dengan menggunakan mesin, lalu rendam singkong selama kurang lebih 12 jam dan setelah itu baru singkongnya dijemur dibawah sinar matahari, ya sinar matahari memang sangat dibutuhkan dalam membantu proses penjemurannya pemirsa, karena jika dijemur disaat cuaca sedang panas penjemurannya hanya membutuhkan waktu 3 hari saja, namun jika cuaca sedang tidak bersahabat atau musim penghujan datang, penjemuran bisa dilakukan sampai satu minggu waah lama juga ya….



belum sampai disitu,untuk pembuatan tepung mocafnya masih ada proses selanjutnya, tepung yang telah dijemur selama 3 hari benar-benar halus, dan tadi kemudian digiling dengan menggunakan mesin penggiling tepung yang didapat dari BPKD Prov Banten, lalu saring untuk memisahkan tepung yang benar-benar halus dan tepung mocafpun siap untuk dikemas dan dipasarkan.


Nah tepung mocaf tadi bisa diolah menjadi berbagai bahan pembuatan makanan seperti aneka jenis bolu ataupun kue kering, nah ibu-ibu KWT Pamekar Sari Tunjung Teja ini mengolah tepung mocafnya menjadi kacang umpet, ya cemilan gurih yang didalamnya terdapat kacang yang tersembunyi. Kita lihat yuk gimana membuatnya ya….



Waah ternyata mudah sekali bahan tepung mocaf terigu dan mentega yang telah dicairkan diaduk dan dibentuk hingga menjadi adonan lalu giling dan potong adonan daan isi kacang didalammya dengan cara mengulungnya ya…lalu goreng hingga berwarna kecoklatan tiriskan dan kacang umpet hasil olahan tepung mocaf karya ibu-ibu KWT Pamekar Saripun siap untuk dikemas dan dipasarkan.


Ibu –ibu KWT Pamekar Sari yang merupakan binaan BP2KP (Badan Pelaksana Penyuluhan Dan Ketahanan Pangan) di bawah BP3K ini beranggotakan 20 orang , namun hanya 7 orang saja yang ikut dalam produksi pembuatan tepung dan kacang umpetnya saja, sedangkan sisanya nantinya akan diberdayakan untuk kegiatan pekarangan yakni kegiatan tanam menanam tanaman pangan seperti ubi, singkong dan juga pisang yang nantinya diolah untuk selanjutnya bisa menjadi sumber pendapatan keluarga mereka kedepannya, wah wah wah..gmana kreatif banget bukan??

Ibu-ibu KWT Pamekar Sari yang juga berprofesi sebagai ibu rumah tangga dan guru ini memproduksi tepung mocafnya sebulan sekali, namun sekali membuat bisa mencapai hingga 1,5ton singgkong loh, dimana nantinya dihasilkan sekitar 500-600 kilogram tepung mocaf, hmmm….

Oiya untuk pemasarannya selain dipasarkan di pameran pameran ataupun bazar yang diselenggarakan baik dari tingkat Kabupaten maupun Provinsi, untuk tepung mocafnya anda bisa menjumpai di swalayan bakery yang ada di Kota Serang, namun untuk hasil olahannya yakni kacang umpetnya fitri selain sebagai penyuluh pertanian Kecamatan Tunjung Teja ini juga ikut membantu memasarkan kacang umpetnya ke berbagai SKPD–SKPD yang ada di Kota Serang dan Tangerang.

Selain itu jika anda ingin membeli ataupun tertarik untuk memasarkan kacang umpet ataupun tepung mocafnya anda bisa datang langsung ke Perum Puspa Regency Blok C2 No.1 Ciracas Serang Banten.


Untuk harga perkemasan kacang umpetnya dijual mulai harga 10-15 ribu rupiah untuk berbagai ukuran, sedangkan harga perkilonya mulai 30-35 ribu rupiah sedangkan untuk tepung mocafnya dijual seharga 7500-8000 rupiah perkilonya. Gimana anda tertarik????

Oiya pemirsa,walaupun usaha yang dijalani oleh ibu-ibu KWT Pamekar Sari ini baru berjalan kurang lebih hampir 2 tahun ini, namun omset dalam sebulannya mereka bisa menjual 200-300 kilogram kacang umpetnya atau senilai 5-6 juta perbulan, lumayan bukan………….???


Pemirsa,banyak waktu luang yang dapat kita manfaatkan dengan melakukan berbagai kegiatan yang bermanfaat seperti halnya yang dilakukan oleh-ibu-ibu KWT Pamekar Sari yang mengisi waktu meraka dengan kegiatan yang hasilnya dapat mereka nikmati bersama keluarga mereka kedepannya.

Ya, selalu ada jalan bagi siapa saja dari kita yang mau dan selalu berusaha. (rita darmayanti)


About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s